Ini 8 Anggota DPRD Yang Akan Diperiksa Kejari Pringsewu

Median Suwardi selaku Kasi Intel Kejari Pringsewu/ Nurul Ikhwan
Median Suwardi selaku Kasi Intel Kejari Pringsewu/ Nurul Ikhwan

Kejari Pringsewu mulai melakukan pemeriksaan saksi saksi, terkait dugaan penyelewengan dana kegiatan di Sekretariat DPRD setempat anggaran 2019-2020 sebesar Rp12 miliar.

Median Suwardi selaku Kasi Intel menyebutkan ada delapan anggota DPRD yang akan diperiksa untuk diminta keterangan sebagai saksi

"Hari ini kami meminta keterangan terhadap Suherman selaku Ketua DPRD Pringsewu dan Sagang Nainggolan Ketua Komisi I, terkait kegiatan tindak pidana khusus, dengan surat perintah penyidikan nomor Print-01/L.8.20/Fd.2/04/2021 tanggal 8 April 2021," kata Median Suwardi, Senin (19/4).

Selanjutnya, Kejari akan memeriksa saksi secara estafet delapan anggota DPRD. 

"Untuk besok Selasa kami akan memanggil Wakil Ketua I Rizky Raya Saputra Fraksi PDI-P dan Rohmansyah Fraksi NasDem," tuturnya.

Selanjutnya, hari Rabu yang akan dipanggil yaitu Wakil Ketua II Mastuah Fraksi PKB, Yuli Agung Kasubag Verifikasi Setwan, dan Meifi Fraksi PKS. 

Lalu Kamis, akan dipanggil Johan Arifin dari Fraksi PPP dan Rini Anggraini dari Fraksi Golkar.

"Kita kumpulkan dulu alat buktinya, namun sementara ini dari penyelidikan baru meningkat ke tahapan penyidikan. Setelah sebelumnya kami memanggil PPTK nya, kalau di tingkat penyidikan ya baru anggota DPRD ini," jelas dia.

Median juga mengatakan, besaran dugaan penyelewengannya belum diketahui secara pasti. Diperkirakan antara  Rp8-12 miliar dalam satu tahun anggaran.

"Biarkan kami penyidikan dulu setelah ada progresnya. Kita cocokkan dari data yang kira kumpulkan dan kita afirmasi. Jika ditemukan alat bukti, pasti akan ada pihak yang mempertanggung jawabkannya," pungkasnya.